Alm. Bapak Pdt. Timothy Chandra dilahirkan di Pematangsiantar tanggal 5 Juni 1935 dari pasangan Tan Ci Kiu dan Hui Siu San, bersaudara 14 orang yakni 4 laki-laki dan 10 perempuan.

Semenjak kecil Alm. Pdt. Timothy Chandra mengecap pendidikan di Sekolah Methodist Pematangsiantar yang waktu itu Kepala Sekolah Methodist dijabat oleh Alm. Ibu Chau Siu Ing.
Alm. Pdt. Timothy Chandra adalah seorang pemuda Kristen yang ulet dan tekun dalam segala hal. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah, beliau memulai usaha yaitu membuka kedai kopi dengan nama “Kedai Kopi SION” di Jalan Diponegoro I E-3 (Rumah Almarhum). Berkat ketekunan dan keuletannya usaha yang digelutinya cukup berhasil.
Di samping seorang pengusaha yang muda dan ulet, beliau juga aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja. Melihat jiwa-jiwa Tionghoa di Pematangsiantar yang banyak masih belum mengenal injil, beliau terbeban untuk memberitakan injil. Untuk itu pada siang hari, disamping menjalankan usaha kedai kopi, beliau juga aktif memberitakan injil dan pada tahun 1959 beliau membentuk persekutuan doa para pemuda/pemudi.
Setelah melalui berbagai pergumulan dan dengan pimpinan dari Roh Kudus, pada tahun 1960 Alm. Pdt. Timothy Chandra terpanggil untuk menyerahkan diri menjadi Pelayan Tuhan (Hamba Tuhan) maka beliau melanjutkan studi di Sekolah Alkitab Methodist Medan, untuk mengikuti latihan singkat bagi mereka yang terpanggil menjadi Hamba Tuhan.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Alkitab Methodist Medan tahun 1961-1962, Alm. Pdt. Timothy Chandra beserta Alm. Bpk. Siek Lok Weng dan Liau Nan Sin mengadakan Pekabaran Injil, mengumpulkan kaum keluarga untuk mengadakan persekutuan Kristen yang menamakan dirinya Persekutuan Kristen berbahasa Kong Hu yang mengambil tempat di Toko Gambar Alm. Sdr. Matius Chandra.
Melihat pada tantangan zaman yang lebih besar lagi, pada tahun 1963 Alm. Pdt. Timothy Chandra melanjutkan studinya ke MAAT, Malang (sekarang : SAAT Malang) sebagai persiapan menjadi hamba Tuhan secara full-time. Pada bulan Juli 1964, Alm. Pdt. Timothy Chandra menyelesaikan studinya di MAAT, Malang sebagai Evangelis dan kembali ke Pematangsiantar untuk melayani Tuhan.
Setibanya di Pematangsiantar, Alm. Pdt. Timothy Chandra menghimbau saudara-saudari seiman untuk membangun suatu Jemaat Tuhan. Hal ini mendapat sambutan positif dari anak-anak Tuhan yang mencintai-Nya, antara lain Alm. Ibu Chau Siu Ing, Alm. Siek Liok Weng, Liau Nan Sin dan dibantu oleh Alm. Pdt. Eddy Paulus serta beberapa saudara seiman lainnya.
Untuk memulai persekutuannya, mereka meminjam gedung Gereja Pentakosta yang pada waktu itu beralamat di Jalan Cipto (sekarang berada di Jalan Karo), melalui Gembala Sidangnya Bapak Alm. Pdt. B. A. Luwuk. Kebaktian perdana secara resmi dilaksanakan pada 9 Agustus 1964 dengan nama Kebaktian Bahasa Mandarin Pematangsiantar. Pada tahun 1965, Persekutuan Bahasa Mandarin Pematangsiantar bergabung dengan Yayasan Penyiaran Injil Indonesia (sekarang Sinode Gereja Kristen Kalam Kudus)
Setelah pekerjaan Tuhan mengalami perkembangan, timbullah keinginan untuk dapat memiliki gedung Gereja sendiri. Hal ini digumuli bersama-sama oleh saudara-saudara seiman. Atas kemurahan kasih Tuhan, maka Ia menjawab anak-anak Tuhan, sehingga pada pertengahan tahun 1966 telah dapat membeli gedung yang terletak di jalan Merdeka (Gereja Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar saat ini). Gedung tersebut adalah milik Alm. Sdr. Julianto Tanean. Untuk kebutuhan dana, Alm. Pdt. Timothy Chandra mengadakan perjalan ke Medan, Jakarta, Malang, Surabaya, Semarang dan Tuhan telah menggerakan hati banyak orang sehingga mereka memberi dengan sukacita.
Setelah Gedung dibeli lalu direnovasi. Untuk merenovasi gedung tersebut banyak jemaat mempersembahkan tenaga, waktu, dan uang, sehingga tepatnya pada tanggal 20 September 1966 gedung tersebut resmi menjadi tempat ibadah.
Pada tanggal 17 Desember 1966 Alm. Pdt Timothy Chandra menikah dengan Ev. Carol Chandra. Melalui buah pernikahannya, Tuhan telah mengaruniakan 2 orang putra dan seorang putri yakni Sdr. Kasung Chandra, Sdr. Kasing Chandra, dan Sdri. Christin Chandra.
Pada awal tahun 1967 Allah memberikan visi untuk memulai pelayanan melalui sekolah. Dan waktu itu tidak ada dana, maka Alm. Pdt. Timothy Chandra, Alm. Ibu Chau Siu Ing dan Alm. Ibu Wang Lan Siang berusaha untuk menghimpun dana.
Puji syukur kepada Tuhan yang selalu menjawab doa anak-anak-Nya, pada bulan Maret 1967, Alm. Pdt. Timothy Chandra memulai pelayanan di Bidang Pendidikan dari jenjang TK dan SD dengan jumlah murid ± 230 orang dan beberapa tenaga pengajar antara lain Sdri. Ester Yu, Sdri. Yang Li Hua, Sdr. Hong Ik Phen, Sdr. Cang Ting Hua, Sdri. Dorce Chandra, Bapak Lase, dan Bapak Alm. Sanny Tantya. Karena sikap dan usaha, kerja keras serta ketekunan, sehingga mendapat dukungan dari pejabat-pejabat pemerintah setempat dan khalayak ramai, sekolah dan gereja mengalami perkembangan yang cukup pesat. Untuk menampung jumlah murid yang berminat dididik di Sekolah Kristen Kalam Kudus, maka Sekolah Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar yang dipimpin oleh Alm.Pdt. Timothy Chandra pun memerlukan perluasan dan hendak membangun gedung lagi tetapi terbentur dalam hal dana. Untuk itulah Alm. Pdt. Timothy Chandra dan semua guru serta siswa mengadakan malam kesenian di Aula Nommensen pada tahun 1970 dan pameran di sekolah. Hasil dari usaha ini maka pada tahun 1971 dibangun gedung sekolah bertingkat tiga. Pada tahun 1971 dibuka lagi jenjang pendidikan SMP.
Untuk memperdalam pengetahuan, Alm. Pdt. Timothy Chandra pada tahun 1969 melanjutkan studi di Filipina. Dikemudian hari beliau melanjutkan studi lagi di Trinity Bible College, Singapore dan memperoleh gelar Master of Ministry pada tahun 1980.
Pada tanggal 20 Juni 1970 Alm. Pdt. Timothy Chandra ditahbiskan menjadi pendeta, untuk memimpin dan menggembalakan jemaat Gereja Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar dan juga sebagai pimpinan Perguruan Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar.
Melalui pemeriksaan/check-up pada tahun 1982, dibagian liver Alm. Pdt. Timothy Chandra ditemukan tumor. Untuk itu beliau berangkat ke Singapura dan dilaksanakan Operasi Pertama untuk mengeluarkan tumor. Sepulang dari Singapura dalam masa istirahat ± 2 bulan, beliau kembali memikirkan perkembangan pelayanan di bidang pendidikan dengan membeli sebidang tanah yang berlokasi di Jalan Pane (Sekarang gedung SMA Kalam Kudus).
Untuk kedua kalinya pada tahun 1984 beliau menjalankan operasi liver di Taipei. Setelah itu beliau kembali menjalankan operasi liver di Taipei. Setelah itu beliau kembali bertugas di Gereja dan Sekolah Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar. Setiap tahun beliau mengadakan check-up di Singapura sehingga kondisi kesehatannya dapat terawatt dengan baik. Untuk melanjutkan pembangunan di tanah yang telah dibeli di Jalan Pane, maka pada tanggal 17 Maret 1986 diadakan peletakan batu pertama.
Pada tahun 1985 dibukalah jenjang pendidikan SMA dengan gedung baru yang megah di Jalan Pane. Hingga saat ini Sekolah Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar telah memiliki sekolah TK, SD, SMP, dan SMA dengan jumlah guru, pegawai, dan karyawan sebanyak ± 240 orang dan siswa sebanyak ± 2600 orang.
Pada awal bulan Juli 1991 Alm. Pdt. Timothy Chandra merasa kesehatannya memburuk. Majelis dan BP Sekolah menganjurkan beliau berobat ke luar negeri. Pada tanggal 21 Juli 1991 Alm. Pdt. Timothy Chandra dirawat di RS Deli Medan, kemudian pada tanggal 28 Juli 1991 Alm. Pdt. Timothy Chandra bersama Ibu berangkat ke Taiwan didampingi Sdri. Dorce Chandra dan dr. Lili Mutiara, lalu berobat secara intensif di sana. Namun Kondisi beliau semakin memburuk, hingga pada 8 Agustus 1991 beliau menuliskan pesan-pesan terakhir untuk keluarga, sekolah dan gereja.
Pada tanggal 11 Agustus 1991 Alm. Pdt. Timothy Chandra dirawat di ruang ICU karena koma. Tanggal 12 Agustus 1991 beliau sadar kembali. Tanggal 13 Agustus 1991 putranya, Kasing Chandra dari Australia tiba di Taiwan. Tanggal 14 Agustus 1991 kedua paru-parunya penuh dengan air dan kondisinya semakin lemah. Tanggal 15 Agustus 1991 beliau kembali dalam keadaan koma, dan tepat pada pukul 16:45 WIB beliau dipanggil kembali ke pangkuan Bapa di Surga. Tanggal 20 Agustus 1991 diadakan kebaktian memasukkan Jenazah Alm. Di Taiwan. Jenazah Alm. Kembali ke Indonesia dibawa oleh keluarga Alm. yaitu Ev. Carol Chandra, Sdr. Kasing Chandra, dan Sdr. Peter Chan (saudara sepupu dari Ibu Carol Chandra) dari Taiwan. Tanggal 22 Agustus 1991 pukul 12:30 WIB jenazah Alm. dikebumikan di Pekuburan Taman Eden, Panei Tongah, Pematangsiantar.
Pesan-pesan terakhir Almarhum untuk Gereja adalah sebagai berikut :
- Seluruh jemaat sehati sejiwa mengembangkan Injil Tuhan
- Jemaat harus dibina kerohaniannya agar tumbuh menjadi dewasa hingga dapat berkenan di hadapan Tuhan dan mengasihi sesama.
Pesan-pesan terakhir Almarhum untuk sekolah adalah sebagai berikut :
- Bersatu hati membangun sebuah sekolah yang menjunjung tinggi nama Tuhan, mempertahankan mutu pendidikan yang baik, hingga menjadi sebuah sekolah yang berhasil.
- Para Majelis/BP Sekolah bersama-sama memajukan semua pekerjaan sekolah, saling menghormati antar BP, Kepala Sekolah, Guru, Pegawai, dan Karyawan.
- Agar kelak ada siswa SMA yang mempersembahkan diri menjadi Hamba Tuhan.
